Rubrik

opini > analisis politik > Pancasila dalam Musik


Analisis Politik Yudi Latif

Pancasila dalam Musik

Semua kekusutan dan kekisruhan yang mewarnai kehidupan negeri boleh jadi karena kita tidak cukup menerima olah batin. Demokrasi dirayakan dengan pesta jorjoran, miskin substansi dan refleksi; budaya dipadati tontonan ingar-bingar, kurang tuntunan etis dan estetis; agama diekspresikan dalam kerumunan dan kebisingan, miskin perenungan dan penghayatan.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Pemimpin Agama dan Nurani Bangsa

    Ruang publik negeri ini sering kehilangan kejernihan nalar dan terbalut polusi kebohongan pada setiap perhelatan akbar pemilu atau pilkada. Salah satu akarnya adalah digiringnya keyakinan keagamaan da

  • Jalan Sunyi Pengorbanan

    Dalam krisis dengan kehilangan rasa saling percaya, diperlukan kejernihan mata batin untuk melihat jalan keluar. Namun, gemerlap kehidupan pasca modern, seperti yang memaguti Indonesia saat ini, adala

  • Menebak Arah Sabda Sultan HB X

    Salah satu karya monumental bangsa Indonesia dalam membangun tatanan kekuasaan yang berkedaulatan rakyat adalah memadukan antara demokrasi dan tradisi aristokrasi. Kedua fenomena yang secara filosof

  • Pentingnya Dasar Hukum Pencegahan

    Kehadiran simpatisan Negara Islam di Irak dan Suriah di Indonesia menjadi babak baru dalam upaya pemberantasan terorisme. Hingga kini, seakan tidak memiliki taji, lembaga penegak hukum masih men-cari

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas