Rubrik

opini > analisis politik > Senja Kala Demokrasi Transaksional


Analisis Politik Yudi Latif

Senja Kala Demokrasi Transaksional

Kemelut yang menimpa kepemimpinan Dewan Perwakilan Daerah melengkapi kesempurnaan krisis demokrasi di negara ini. Pemilihan umum menjadi ajang elevasi orang-orang semenjana (medioker) untuk meraih kedudukan tinggi dengan menyingkirkan orang-orang berprestasi. Panggung politik diwarnai kegaduhan remeh-temeh. Jabatan menjadi wilayah transaksional padat modal. Undang-undang disusun mengikuti penawar tertinggi. Supremasi hukum tersungkur di bawah logika kepentingan kedudukan dan fasilitas. Kesenjangan lebar antara idealitas dan realitas demokrasi, antara apa yang dipikirkan warga dan apa yang dilakukan para penyelenggara negara.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Turnbull Rencanakan Gelar Pemilihan Umum

    SYDNEY, SELASA Setelah berulang kali berganti kepemimpinan—lima kali dalam waktu lima tahun—Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull berencana bakal menggelar pemilihan umum. Dalam pernyataan kepada

  • Pilkada Jadi ”Etalase” Demokrasi Indonesia

    Untuk memantau pemilihan kepala daerah serentak 2015 pada Rabu (9/12) pagi, Komisi Pemilihan Umum mengundang 130 pemantau dari 14 negara. Pemantau yang berakreditasi KPU itu di antaranya berasal dari

  • Kejurnas Inkanas, Ajang Pemanasan ke Asian Games

    UNGARAN, KOMPAS Kejuaraan Nasional Institut Karate-Do Nasional (Inkanas) Piala Kapolri VII di GOR Wujil, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, menjadi ajang pemanasan jelang Asian Games 2018. Kejuaraan

  • Sastra(wan) Generasi Facebook

    Fenomena baru dalam sastra—terutama puisi— Indonesia kini sedang terjadi: lahirnya sastra(wan) generasi Facebook. Keberadaan dan peranan media sosial macam FB–juga Whatsapp—membuka jalan lempang bagi

  • DPR Tolak Realokasi Kursi

    JAKARTA, KOMPAS Panitia Khusus Rancangan Undang-Undang tentang Penyelenggaraan Pemilihan Umum Dewan Perwakilan Rakyat sepakat menambah 19 kursi DPR. Usul itu muncul karena DPR menolak realokasi kur

  • Langkan

    Pentas Seni Jadi Ajang Pengembangan Karakter Pentas seni tidak saja menjadi ajang bagi siswa untuk mengembangkan bakat dan kreativitas. Lewat pentas seni, siswa pun belajar mengembangkan karakter, t

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas