Rubrik

opini > analisis politik > Mendadak Merasa Berbeda


Analisi Politik J Kristiadi

Mendadak Merasa Berbeda

Secara eksistensial dan natural, bangsa Indonesia adalah nation yang multikultural. Perbedaan bukan sesuatu yang asing bagi rakyat Indonesia karena keragaman sudah melekat erat dan dianggap sebagai kodrat keberadaan bangsa Indonesia. Namun, mengapa beberapa tahun terakhir tiba-tiba mendadak timbul rasa berbeda antarwarga bangsa, masing-masing merasa menjadi liyan (bukan lagi teman). Nuansa itu sangat mudah dicecap mulai dari relasi dengan sopir, sejawat, tetangga, grup WA (Whatsapp), hingga teman sekantor. Bahkan, sampai mode pakaian dan arsitektur bangunan pun dapat memicu rasa berbeda dan menimbulkan rasa tidak nyaman. Relasi sosial sudah tidak wajar, masing-masing seakan mencoba menyembunyikan rasa saling curiga.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Bangga Menjadi Indonesia

    Semangat kebangsaan adalah perekat 250 juta jiwa lebih masyarakat Indonesia yang terpisah dalam 17.500 pulau dengan beragam latar belakang suku bangsa dan budaya. Nasionalisme menjadi jembatan untuk m

  • Meneladan Karakter Bung Hatta

    Pemuda Indonesia merupakan garda terdepan penerus bangsa yang akan menjadi tumpuan rakyat Indonesia. Semangat dan tekad yang diimbangi dengan minat generasi muda Indonesia dapat mengangkat harkat ma

  • Megawati: Keberagaman sebagai Karakter Bangsa

    JAKARTA, KOMPAS Bangsa Indonesia perlu menyadari kekuatan karakter dirinya di tengah percaturan politik global. Salah satu karakter yang penting adalah keberagaman yang menjadi kekuatan bangsa. Ole

  • Bangsa Indonesia Kehilangan Arah

    JAKARTA, KOMPAS Ketua Mahkamah Konstitusi Arief Hidayat menilai bangsa Indonesia kini sudah kehilangan arah. Kondisi saat ini sangat memprihatinkan karena bersamaan dengan kondisi tersebut, sesama

  • Mayoritas Diam

    Adanya mayoritas diam (silent majority) telah cukup lama menjadi perhatian sekaligus sasaran kritik kalangan aktivis dan Indonesianis. Fenomena ini terkait dengan kenyataan, diamnya warga mayoritas

  • Saatnya Menjawab Tantangan

    JAKARTA, KOMPAS Tantangan tengah menerpa sejumlah aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Semangat Hari Kebangkitan Nasional menjadi momentum untuk mengevaluasi sekaligus mencari solusi atas persoala

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas