Rubrik

opini > artikel > Membangun "dari Dalam"


Membangun "dari Dalam"

Para ahli demokrasi pernah berdebat tentang apakah demokrasi datang dari luar atau dari dalam masyarakat. Kelompok yang cenderung anti asing tentu saja percaya, demokrasi datang dari luar dan tidak sesuai nilai bangsa kita.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Saat Zika di Depan Mata

    Manusia sejauh ini berhasil lolos dari tantangan alam yang beraneka ragam seperti halnya zika. Namun, diperlukan upaya ekstra dan sikap hati-hati. Seperti kita baca beritanya kemarin di harian ini,

  • Mengamati dari Luar, Mengamati dari Dalam

    Ada banyak penulis pernah mengulas sejarah, pengalaman, dan perkembangan isi Kompas,baik itu ditulis orang luar Kompas maupun orang dalam Kompas sendiri. Tulisan para pendiri Kompas pun ada banyak, ba

  • Politik Harus Dikendalikan

    JAKARTA, KOMPAS Para pebisnis mengaku tetap optimistis terhadap ekonomi 2017, tetapi kondisi politik di dalam negeri harus dikendalikan. Investor dari luar negeri tengah memperhatikan dinamika politik

  • Keampuhan Inderawi Dibunuh

    Kemampuan inderawi melahirkan rasa keintiman dan subyektivitas tersendiri bagi seseorang untuk menikmati, atau memutuskan untuk mengoleksi sebuah karya seni rupa. Akan tetapi, sekarang wacana dari l

  • Wangi Kue Cokelat dari Rumah Ahok

    Seperti apa wujud rumah dan keluarga yang telah membesarkan seorang Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok? Di rumah yang terletak di Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Bangka Belitung, ada jejak tentang m

  • Kisah Bocah yang Terjebak di Penjara Libya

    Menjelang ulang tahunnya yang kedua, Tamim Jaboudi belum tahu banyak hal. Dia hanya tahu, kompleks yang dipenuhi orang itu adalah rumahnya. Dia punya banyak ”saudara” di situ. Jumlahnya puluhan, ter

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas