Rubrik

opini > artikel > Menang Tanpa "Ngasorake"


Menang Tanpa "Ngasorake"

Banyak orang kadang lupa. Dalam kontestasi, sejatinya yang utama diperjuangkan adalah moralitas. Oleh karena itu, kalah dan menang, orang tetap terhormat. Moralitas adalah esensi yang  meneguhkan eksistensi. Kalah tetapi bermartabat jauh lebih mulia daripada menang/jaya tetapi nista.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Jihad Maskulin

    Hampir semua pelaku utama dan terduga pelaku tindak pidana terorisme, mulai dari Bom Bali 2002 hingga penangkapan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2015, adalah laki-laki. Akan tetapi, upaya men

  • Kesetiaan untuk Tari Bali

    Ni Ketut Arini (72), penari asal Denpasar, Bali, ini tidak pernah berhenti menari. Mengajar tari Bali di sanggarnya atau melayani panggilan melatih di luar negeri menjadi keseharian Arini, panggilanny

  • Agama Minus Etika Kemanusiaan

    Mengapa agama-agama dapat diterima secara global oleh khalayak di muka bumi?” tanya Emmanuel K Twesigye, seorang orientalis kontemporer asal Amerika, dalam pengantar bukunya, Religion & Ethics for a

  • Menang Tanpa ”Ngasorake”

    Banyak orang kadang lupa. Dalam kontestasi, sejatinya yang utama diperjuangkan adalah moralitas. Oleh karena itu, kalah dan menang, orang tetap terhormat. Moralitas adalah esensi yang  meneguhkan eksi

  • Demokrasi dan Populisme Islam

    Saat Musim Semi Arab 2013 terjadi di Mesir dan beberapa negara Timur Tengah, banyak pengamat berspekulasi akan terjadi gelombang demokrasi di negara-negara Arab dan negara yang mayoritas berpenduduk M

  • Pilkada dan Keindonesiaan Kita

    Oktober tahun ini genap 11 windu Sumpah Pemuda. Waktu yang tepat untuk kontemplasi keindonesiaan kita. Semua pihak harus menyadari bahwa masyarakat Indonesia yang ada hari ini adalah penerus dan

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas