Rubrik

opini > artikel > Menang dan Bahagia dalam Media


Menang dan Bahagia dalam Media

Tercatat 147 pahlawan nasional yang terdiri dari 135 laki-laki dan 12 perempuan (www.kemsos.go.id). Dari sana, hanya seorang pahlawan yang kelahirannya dijadikan hari nasional, yaitu RA Kartini (21 April 1879-17 September 1904).

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Pahlawan Nasional

    Pada 5 November lalu, Presiden Joko Widodo memimpin acara penobatan lima orang dari berbagai latar belakang sebagai pahlawan nasional. Kelima orang itu adalah Ki Bagus Hadikusumo, I Gusti Ngurah Mad

  • Roehana Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

    PADANG, KOMPAS Roehana Koeddoes, tokoh nasional perempuan asal Sumatera Barat, dinilai berkontribusi besar dalam dunia pendidikan dan pers lewat gagasan dan karyanya yang menginspirasi. Kiprahnya ter

  • Penetapan Makam Tan Malaka

    Tanggal 21 Februari 1949, Tan Malaka tewas di Jawa Timur. Setelah melakukan penelitian selama berpuluh-puluh tahun, sejarawan Harry Poeze menyimpulkan bahwa Tan Malaka  ditembak di Desa Selopanggung,

  • Hari Ibu sebagai Hari Nasional

    Untuk menghargai perjuangan kaum ibu di Indonesia, pada 22 Desember 1968, pemerintah memutuskan untuk merayakan Hari Ibu sebagai hari nasional. Penetapan tanggal tersebut didasarkan atas pelaksanaan

  • Menimbang Makna Kepahlawanan

    Penilaian publik terhadap makna kepahlawanan memiliki kecenderungan pola yang tetap. Kepahlawanan selalu diidentikkan dengan pengorbanan. Semangat berkorban demi bangsa dan negara inilah yang selalu m

  • Kilas Politik & Hukum

    Situasi Jangan DikacaukanKetua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siroj mengatakan, situasi saat ini yang tenang dan mapan hendaknya tidak dikacaukan dengan berbagai perilaku menyedihkan. P

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas