Rubrik

opini > artikel > Mengobati Luka Demokrasi


Mengobati Luka Demokrasi

Sepanjang sejarah keterbukaan politik di Indonesia, baru kali ini—pada Pilkada DKI Jakarta yang baru lalu—kita mengalami kontestasi elektoral di tingkat lokal yang menyisakan luka cukup dalam bagi demokrasi. Luka demokrasi itu menganga, mulai dari aspek sosial, politik, hingga hukum.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Wajah Janus di Media Sosial

    Janus merepresentasikan peran media sosial bagi demokrasi. Dewa dalam mitologi Romawi kuno itu bertubuh satu, tetapi memiliki dua wajah yang saling bertolak belakang. Peristiwa di Tanjung Balai, Sum

  • Setelah Operasi, Petra Kvitova Absen Tiga Bulan

    PRAHA, RABU Juara Wimbledon 2011 dan 2014, Petra Kvitova, harus beristirahat sekitar tiga bulan setelah menjalani operasi lengan kiri akibat tusukan pisau perampok di apartemennya di Ceko. Kejadian it

  • 7 Orang Tewas, 24 Terluka

    JAKARTA, KOMPAS Serangan teroris di sekitar kawasan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/1) siang, menyebabkan 7 orang tewas, yang terdiri dari 5 pelaku serangan dan 2 warga sipil. Sera

  • Kilas Daerah

    Lima Gajah Tewas Tanpa GadingJAMBI — Lima gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) ditemukan tewas tanpa gading di Kabupaten Tebo, Jambi, dalam empat bulan terakhir. Kematian empat gajah di antaran

  • Lanskap yang Mengubah Kepuasan

    Periode dua setengah tahun pemerintahan menjadi momentum kritis Presiden Joko Widodo. Menjadi sosok fenomenal dengan popularitas yang melesat. Dari Wali Kota Surakarta menjadi Gubernur DKI Jakarta kem

  • Konflik Masyarakat Multikultural di Mata Sastrawan

    Masyarakat multikultural dengan pluralitas identitas dan etnisitas sering direpresentasikan dalam karya sastra. Narasi ketegangan dan kedamaian diartikulasikan oleh para sastrawan sebagai hasil pengam

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas