Rubrik

opini > artikel > Agama Minus Etika Kemanusiaan


Agama Minus Etika Kemanusiaan

Mengapa agama-agama dapat diterima secara global oleh khalayak di muka bumi?" tanya Emmanuel K Twesigye, seorang orientalis kontemporer asal Amerika, dalam pengantar bukunya, Religion & Ethics for a New Age: Evolutionist Approach (University Press of America, 2001).

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Langkan

    Pentas Wayang Kontemporer ”Shadow Play” di BBJ Musisi, pelukis, dan pemain wayang kontemporer asal Jepang, Kohei Kawamura, akan tampil di Bentara Budaya Jakarta (BBJ), Kamis (30/3) pukul 19.30. Sebe

  • Agama Minus Etika Kemanusiaan

    Mengapa agama-agama dapat diterima secara global oleh khalayak di muka bumi?” tanya Emmanuel K Twesigye, seorang orientalis kontemporer asal Amerika, dalam pengantar bukunya, Religion & Ethics for a

  • Cantik Itu Membosankan

    Bagi sebagian desainer, mode terkadang bukan sekadar saluran kreativitas saja. Lebih dari itu, ia bisa menjadi kanal pelampiasan gagasan, prinsip, ataupun perspektif tentang berbagai isu. Dalam wilaya

  • Kedaulatan Rakyat dan Kebijakan Pertanahan

    Apakah arti kedaulatan rakyat? Apakah kedaulatan rakyat norma utama dalam pembuatan kebijakan pertanahan di Indonesia? Atau, apakah kedaulatan rakyat hasil yang hendak dituju berbagai kebijakan pemeri

  • Membaca Ulang Kazuo Ohno

    Penari kontemporer asal Jepang, Takao Kawaguchi, menjungkir balik improvisasional butoh dengan butoh. Ia memfotokopi semirip mungkin karya-karya improvisasional Kazuo Ohno, salah satu “dewa“ butoh. Fo

  • Berlomba Bumikan Seni Rupa

    Hanya berselang dua pekan, dua pasar jual-beli karya seni rupa—Art Stage Jakarta dan Bazaar Art Jakarta—sama-sama beradu jurus menjaring duit dari para penikmat seni rupa Indonesia. Namun, jurus utama

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas