Rubrik

opini > artikel > Mengapa Politik Keruh


Mengapa Politik Keruh

Sulit dimungkiri bahwa politik di negeri ini agak keruh dalam beberapa waktu terakhir. Suasana saling curiga antargolongan masyarakat dan negara-masyarakat cenderung semakin meningkat.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Pertemuan Dua Presiden

    khirnya pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan presiden keenam Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, terlaksana.Kita katakan ”akhirnya” karena kabar tentang rencana pertemuan itu sudah lama

  • Mendadak Merasa Berbeda

    Secara eksistensial dan natural, bangsa Indonesia adalah nation yang multikultural. Perbedaan bukan sesuatu yang asing bagi rakyat Indonesia karena keragaman sudah melekat erat dan dianggap sebagai

  • Restorasi Kerukunan Bangsa

    Kemenangan Donald Trump, dan kegaduhan yang ditimbulkannya, seolah menggoyang sistem demokrasi AS yang telah berumur dua abad lebih. Penolakan sebagian rakyat AS terhadap kemenangan Trump berlanjut t

  • Meredam Konflik Pasca Pilkada

    Hiruk pikuk pilkada putaran pertama yang lalu, DKI betul-betul mengkhawatirkan. Persaingan yang begitu panas tidak hanya di tingkat elite. Di tingkat akar rumput pun terjadi radikalisasi pendukung yan

  • Kesenjangan Pendapatan Tetap Tinggi

    Terus meningkatnya produksi barang dan jasa yang tecermin dari naiknya pertumbuhan ekonomi nasional ternyata belum memberikan sumbangan terhadap meratanya pendapatan masyarakat. Kesenjangan pendapatan

  • Watak Pancasila

    Tahun 1945, Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai menggelar sidang secara maraton. Tiga tokoh berpidato tentang dasar kemerdekaan. Pada 29 Mei 1945,

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas