Rubrik

opini > artikel > Negara (yang Tidak) Pancasilais


Negara (yang Tidak) Pancasilais

Seperti obat, Pancasila diingat hanya saat dibutuhkan. Ketika situasi sosial politik dihinggapi banyak penyakit yang mengganggu kehidupan berbangsa dan bernegara, pada saat itulah kita seperti tersadarkan kembali betapa pentingnya Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara yang bisa menjaga keharmonisan dan toleransi.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Konstitusi sebagai Acuan

    Presiden Joko Widodo bertemu dengan pemimpin agama. Presiden menyatakan akan menindak tegas segala ucapan yang mengganggu persatuan bangsa. Para pemuka agama menunjukkan komitmen mereka untuk menjag

  • Terima Ancaman, Laporkan ke Polisi

    JAKARTA, KOMPAS Masyarakat diminta untuk segera melapor ke aparat kepolisian jika menerima ancaman dan pesan-pesan yang membuat tidak nyaman ketika beraktivitas di ruang publik, seperti di media so

  • Laboratorium Bermutu Perkuat Surveilans

    JAKARTA, KOMPASLaboratorium bermutu menjadi bagian dari kapasitas inti suatu negara dalam mencegah, mendeteksi, dan merespons ancaman penyakit. Selain di tingkat nasional, laboratorium juga harus menj

  • Surat Kepada Redaksi

    Anda dipersilakan mengirimkan surat pembaca atau komentar mengenai kebijakan/layanan publik, konten artikel di halaman opini, ataupun pemberitaan di Kompas. Surat pembaca atau komentar dikirim ke o

  • Pers Tanpa Etika yang Memicu Kemarahan Pangeran Harry

    Lagi-lagi pers bikin ulah dan membuat Pangeran Harry (32) dari Kerajaan Inggris marah besar karena hidupnya terus disorot media. Dalam pernyataannya, Selasa (8/11), Harry mengecam keras media yang te

  • Hepatitis A pada Remaja

    Anak saya laki-laki berumur 15 tahun, kelas tiga sekolah menengah pertama. Dua minggu yang lalu dia merasa mual dan lemah. Badannya sedikit hangat. Karena sudah dekat ujian, dia memaksa untuk tetap

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas