Rubrik

opini > artikel > Dokter Layanan Primer Harapan JKN-KIS


Artikel Opini

Dokter Layanan Primer Harapan JKN-KIS

Pemberlakuan UU No 20/2013 tentang Pendidikan Kedokteran yang mengatur pendidikan setingkat spesialis untuk layanan kesehatan primer mencerminkan keseriusan pemerintah untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan primer.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Permohonan Uji Materi Ditolak

    JAKARTA, KOMPAS Mahkamah Konstitusi menolak seluruh permohonan uji materi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2013 tentang Pendidikan Kedokteran yang diajukan Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Umum Indonesi

  • Dokter Layanan Primer Harapan JKN-KIS

    Pemberlakuan UU No 20/2013 tentang Pendidikan Kedokteran yang mengatur pendidikan setingkat spesialis untuk layanan kesehatan primer mencerminkan keseriusan pemerintah untuk meningkatkan kualitas laya

  • Dokter Layanan Primer Dipertahankan

    GUNUNG KIDUL, KOMPAS Pemerintah bersikukuh tak akan menghapus program pendidikan dokter layanan primer atau DLP meski program itu ditolak para dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia. Sela

  • Kaji Ulang Aturan DLP

    JAKARTA, KOMPAS Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia menyambut baik Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2013 tentang Pendidikan Kedokteran masuk Program Legislasi Nasional Prioritas 2017. Itu merupakan l

  • Merawat Apresiasi lewat Layanan Kesehatan

    Upaya pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla mengusahakan perbaikan kesejahteraan sosial rakyat mulai menampakkan respons positif. Langkah pemerintah dalam memperbaiki pelayanan di bidang kesehatan dan

  • Saat Aplikasi Kesehatan dan Ojek Daring ”Jadian”

    Dahulu, untuk mendapatkan layanan kesehatan tidaklah sederhana. Apalagi di kota besar yang ”gemuk” penduduk dan kemacetan. Dibutuhkan berjam-jam untuk ke rumah sakit, menanti giliran konsultasi, hingg

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas