Rubrik

opini > artikel > Arah Moneter Mendatang


Arah Moneter Mendatang

Pasar keuangan global mulai merespons kontraksi kebijakan moneter di negara-negara maju. Hanya tersisa Bank Sentral Jepang (Bank of Japan/BOJ) dan Bank Sentral Swiss (Swiss National Bank/SNB) yang masih bertahan dengan kebijakan moneter yang relatif longgar.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Ekonomi Negara Maju Tetap Belum Beranjak

    Kebijakan moneter yang telah digunakan berlebihan, tetapi tidak kunjung mampu mendorong pertumbuhan, terus memunculkan gugatan tentang manfaatnya. Angka inflasi rendah pertanda lesunya permintaan te

  • Apakah Kebijakan Moneter?

    Baru-baru ini ada sebuah pertanyaan yang datang kepada penulis, apakah itu kebijakan moneter? Kenapa kebijakan moneter harus diambil? Apa saja instrumennya yang bisa dilihat? Bisakah kebijakan yang d

  • Krisis 1997 dan Independensi Bank Indonesia

    Selain terseret gelombang krisis yang terjadi di Asia, krisis moneter tahun 1997 di Indonesia juga diakibatkan lemahnya pengawasan bank setelah liberalisasi perbankan. Bank sentral dinilai tak mampu

  • Memahami Suku Bunga Kebijakan Bank Sentral

    Bank Indonesia menetapkan BI 7-day (Reverse) Repo Rate sebagai suku bunga acuan atau suku bunga kebijakan yang baru untuk menggantikan BI Rate, efektif berlaku mulai 19 Agustus 2016. BI Rate telah di

  • Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan

    Ada optimisme bercampur kekhawatiran saat memandang kondisi perekonomian Indonesia saat ini. Di satu sisi, kita melihat perbaikan beberapa indikator ekonomi, seperti inflasi yang rendah, defisit tr

  • ”Uang Helikopter” Itu Punya Efek Mengganggu

    Sudah delapan tahun sejak krisis, perekonomian Amerika Serikat tidak tumbuh berarti. Eropa tak kunjung bangkit setelah pemberian dana talangan ratusan miliar dollar AS. Jepang yang menggenjot dana k

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas