Rubrik

opini > artikel > Jangan Bunuh KPK


Artikel Opini

Jangan Bunuh KPK

Jika ada dua orang hukum bertemu, maka akan lahir tiga pendapat. Itu salah satu postulat yang kami pelajari saat kuliah Pengantar Ilmu Hukum. Maka, jangan heran kalau ada profesor hukum yang berbeda pandangan soal legalitas hak angket terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Mengarahkan Kedaulatan atas Teknologi

    Gairah untuk meniti salah satu bidang ilmu atau menjalani sebuah pilihan aktivitas dalam kehidupan kerap kali baru dimulai setelah mencobanya. Minat besar dan kemampuan bakal cenderung semakin teras

  • Mebel untuk Pasar Global

    Bagi Halim Rusli (55), Indonesia harus menjadi pemain penting dalam industri mebel dunia. Bahan baku kayu melimpah dan tenaga kerja terampil pun sangat banyak sehingga mebel berkualitas bisa dihasilk

  • ”Buku Turut Memanduku”

    Seperti Abraham Lincoln, Presiden Amerika Serikat Barack Obama suka membaca. Lewat buku, Lincoln terbentuk dan memiliki keyakinan hingga bisa memandang dunia lebih luas. Inilah satu keistimewaan Linco

  • Kemenangan untuk Hip Hop

    Nama penyanyi rap Kendrick Lamar (28) berkibar di Grammy Awards 2016. Dari 11 kategori yang dinominasikan kepadanya, dia memenangi lima. Lamar menyebut pencapaian itu sebagai kemenangan untuk hip ho

  • Banjir Bogor Ada di Kawasan Rentan

    BOGOR, KOMPAS Banjir bandang di RT 003 RW 004 Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (27/2) sore, mengagetkan warga. Sebenarnya, kelurahan itu telah dipetakan seba

  • Jangan Bunuh KPK

    Jika ada dua orang hukum bertemu, maka akan lahir tiga pendapat. Itu salah satu postulat yang kami pelajari saat kuliah Pengantar Ilmu Hukum. Maka, jangan heran kalau ada profesor hukum yang berbeda p

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas