Rubrik

opini > surat pembaca > Musibah Terumbu Karang


Musibah Terumbu Karang

Musibah kerusakan terumbu karang di kawasan Raja Ampat akibat kandasnya kapal pesiar MV Caledonian Sky pada 4 Maret lalu "menampar" Pemerintah Indonesia.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • 13.500 Meter Persegi Karang Rusak

    JAKARTA, KOMPAS Pengukuran lapangan menunjukkan kerusakan terumbu karang di Raja Ampat akibat aktivitas kapal pesiar Caledonian Sky mencapai 13.500 meter persegi. Kerusakan terjadi di kawasan zona in

  • Terumbu Karang Rusak

    Jakarta, Kompas Kapal pesiar Caledonian Sky menabrak rataan terumbu karang di sekitar Pulau Manswar, di area konservasi Taman Wisata Perairan Raja Ampat, Papua Barat. Pemerintah Kabupaten Raja Ampat

  • Area Survei di Raja Ampat Disepakati 2,2 Hektar

    JAKARTA, KOMPAS Tim lintas kementerian bersama perusahaan Spica Insurance menyepakati wilayah survei seluas 22.060 meter persegi atau 2,2 hektar terkait kerusakan terumbu karang di Raja Ampat, Papu

  • Kerusakan Terumbu Karang Masih Parah

    Pandeglang, Kompas Kerusakan terumbu di wilayah Pandeglang, Provinsi Banten, masih parah. Di dasar laut dengan kedalaman sekitar 3 meter, hanya tampak karang-karang gundul berwarna abu-abu pucat.Pe

  • Pemutihan Terumbu Karang Terus Meluas

    JAKARTA, KOMPAS Pemutihan karang melanda sekitar dua pertiga terumbu karang di Indonesia sepanjang tahun 2016. Kombinasi El Nino dan pemanasan global penyebab utamanya, selain faktor antropogenik rus

  • Noktah Merah Ratusan Tahun

    Data pemantauan terumbu karang yang rutin dilakukan di berbagai lokasi di Raja Ampat menunjukkan peningkatan tutupan karang di Selat Dampier, Raja Ampat, di Papua Barat. Sayangnya, perkembangan positi

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas