Rubrik

polhuk > hukum > Seleksi Pengganti Patrialis Terbuka


Seleksi Pengganti Patrialis Terbuka

MK Kirim Surat Pemberhentian kepada Presiden

JAKARTA, KOMPAS — Mahkamah Konstitusi hari ini mengirimkan surat rekomendasi pemberhentian tidak hormat hakim konstitusi nonaktif, Patrialis Akbar, kepada Presiden Joko Widodo. Pemerintah memastikan seleksi pengganti Patrialis sebagai hakim konstitusi akan digelar secara transparan.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Tak Cukup Hanya Kecewa

    Presiden Joko Widodo tidak cukup hanya mengungkapkan kekecewaan bangsa ini menyusul penangkapan Hakim Konstitusi Patrialis Akbar. Sikap kecewa tanpa langkah politik yang bisa dilakukan Presiden Joko

  • Energi Baru MK

    Prof Dr Saldi Isra (49) dipilih Presiden Joko Widodo sebagai hakim konstitusi menggantikan Patrialis Akbar yang dipecat sebagai hakim MK. Saldi dipilih dari tiga nama calon hakim konstitusi yang di

  • Tak Cukup Hanya Kecewa

    Presiden Joko Widodo tidak cukup hanya mengungkapkan kekecewaan bangsa ini menyusul penangkapan Hakim Konstitusi Patrialis Akbar. Sikap kecewa tanpa langkah politik yang bisa dilakukan Presiden Joko W

  • Pemilihan Hakim Momentum Perbaikan

    JAKARTA, KOMPAS Hakim konstitusi pengganti Patrialis Akbar bisa membawa perubahan untuk memperbaiki Mahkamah Konstitusi. Oleh karena itu, Presiden Joko Widodo diharapkan memanfaatkan momentum ini unt

  • Hakim Konstitusi Kecewakan Rakyat

    YOGYAKARTA, KOMPAS Seluruh rakyat Indonesia kecewa atas terjaringnya Hakim Konstitusi Patrialis Akbar dalam operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi. Rakyat dipastikan kecewa karena korupsi

  • Saat MK Jatuh untuk Kedua Kalinya

    Terbitnya Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 2013 barangkali menjadi hadiah yang ditunggu Patrialis Akbar. Lewat keppres tersebut, saat itu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengangkat Patria

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas