Rubrik

polhuk > hukum > Ditemukan Deposito Ratusan Miliar Rupiah


OPERASI TANGKAP TANGAN

Ditemukan Deposito Ratusan Miliar Rupiah

SAMARINDA, KOMPAS — Penelusuran kasus pungutan liar di Terminal Peti Kemas Palaran, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, terus berlanjut. Polisi menyita sejumlah aset dari satu tersangka, antara lain deposito senilai ratusan miliar rupiah, serta beberapa mobil, rumah, dan tanah. Surat Keputusan Wali Kota Samarinda terkait parkir pelabuhan juga dipertanyakan.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Pengusaha Dukung Polisi

    BALIKPAPAN, KOMPAS Kalangan pengusaha mendukung langkah polisi mengusut kasus pungutan liar dan pemerasan di Terminal Peti Kemas Palaran, Samarinda, Kalimantan Timur. Praktik premanisme diakui ada

  • Dua Minggu Buron, Jaffar Ditangkap di Jakarta

    BALIKPAPAN, KOMPAS Setelah dua minggu buron, Jaffar Abdul Gaffar (JAG), tersangka kasus pungutan liar di Terminal Peti Kemas Palaran, Samarinda, Kalimantan Timur, ditangkap di Jakarta, Minggu (23/4) m

  • Ditemukan Deposito Ratusan Miliar Rupiah

    SAMARINDA, KOMPAS Penelusuran kasus pungutan liar di Terminal Peti Kemas Palaran, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, terus berlanjut. Polisi menyita sejumlah aset dari satu tersangka, antara lain depos

  • Polisi Tangkap 25 Orang

    SAMARINDA, KOMPAS Kepolisian Daerah Kalimantan Timur menangkap 25 orang yang diduga melakukan pungutan liar terkait bongkar muat kontainer di kawasan Terminal Peti Kemas Palaran Samarinda, Jumat (17/

  • Luka Bakar Intan 70 Persen

    SAMARINDA, KOMPAS Luka bakar yang diderita Intan Olivia Banjarnahor (2,5), korban ledakan bom molotov di halaman Gereja Oikumene, Samarinda, Kalimantan Timur, mencapai 70 persen. Meski sempat dirawa

  • Peduli pada Penyandang Disabilitas

    Sri Rahayuningtyas (50), pendiri Taman Bacaan Masyarakat Irfani di Mugirejo, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, memanfaatkan program Kuliah Kerja Nyata dari Universitas Mulawarman untuk menyosialis

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas