Rubrik

polhuk > hukum > Jaksa Nilai Penodaan Agama Tidak Terbukti


SIDANG BASUKI

Jaksa Nilai Penodaan Agama Tidak Terbukti

JAKARTA, KOMPAS — Jaksa penuntut umum dalam perkara penodaan agama dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menilai, pasal penodaaan agama, yakni Pasal 156 a Huruf a Kitab Undang-undang Hukum Pidana tidak dapat diterapkan dalam perkara tersebut. Unsur utama dalam pasal itu yang mengacu pada adanya sikap batin atau kesengajaan untuk memusuhi atau menghina agama dinilai tidak terbukti.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • NU-Muhammadiyah Tak Ikut

    Jakarta, Kompas Sejumlah organisasi massa, seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, menyatakan secara organisasi tidak ikut dalam aksi yang digelar Selasa (21/2) ini di Kompleks Parlemen, Senaya

  • Bayi Langsung Dapat Akta dan BPJS Kesehatan

    JAKARTA, KOMPAS Bertepatan dengan hari ulang tahun ke-489 DKI Jakarta, Pemprov DKI meluncurkan beberapa pelayanan dalam jaringan, di antaranya pelayanan akta kelahiran yang terintegrasi dengan RSUD se

  • Jaksa Nilai Penodaan Agama Tidak Terbukti

    JAKARTA, KOMPAS Jaksa penuntut umum dalam perkara penodaan agama dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menilai, pasal penodaaan agama, yakni Pasal 156 a Huruf a Kitab Undang-unda

  • Delman Hilang, Warga Kecewa

    Jakarta, KompasSejumlah pengunjung kawasan Monumen Nasional atau Monas mengeluhkan tidak lagi beroperasinya delman di kawasan tersebut. Menurut mereka, delman menjadi salah satu alternatif hiburan mur

  • Boikot Tidak Berdampak

    JAKARTA, KOMPAS Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Saefullah memastikan ancaman sejumlah fraksi di DPRD untuk tidak melakukan pembahasan apa pun tidak berdampak pada pencairan anggaran. Dampak ak

  • Akhirnya Pesta Usai

    Saat pencoblosan putaran kedua Pilkada DKI Jakarta, Rabu (19/4) kemarin, tiba-tiba teringat potongan pepatah Jawa yang sering dilontarkan Presiden Soeharto: ngelurug tanpa bala, menang tanpa ngasorake

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas