Rubrik

polhuk > hukum > Basuki: Uang Rp 2 Miliar untuk Berobat


DUGAAN SUAP

Basuki: Uang Rp 2 Miliar untuk Berobat

JAKARTA, KOMPAS — Basuki Hariman, importir daging, membantah pernah menjanjikan Rp 2 miliar kepada mantan hakim konstitusi Patrialis Akbar untuk meloloskan gugatan uji materi Undang-Undang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Senin (19/6).

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Korupsi Oknum Hakim Konstitusi

    Kamis (26/1) adalah hari yang paling naas bagi Patrialis Akbar, hakim di Mahkamah Konstitusi. Ketika semua hakim konstitusi seharusnya rapat kerja di Cisarua, Bogor, Patrialis justru merapat ke kan

  • Langkah Tegas untuk Hakim MK

    Perjalanan karier politik paripurna hakim konstitusi Patrialis Akbar akan berakhir di tangan KPK. Langkah keras dibutuhkan! Belum banyak orang yang pernah merasakan tiga cabang kekuasaan di Indonesi

  • Energi Baru MK

    Prof Dr Saldi Isra (49) dipilih Presiden Joko Widodo sebagai hakim konstitusi menggantikan Patrialis Akbar yang dipecat sebagai hakim MK. Saldi dipilih dari tiga nama calon hakim konstitusi yang di

  • Dewan Etik Periksa Hakim MK

    JAKARTA, KOMPAS Dewan Etik Mahkamah Konstitusi akan memeriksa sejumlah hakim konstitusi yang diadukan tidak tertib dalam menyerahkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara, Rabu (8/3). Pemeriksa

  • Langkah Tegas untuk Hakim MK

    Perjalanan karier politik paripurna Hakim Konstitusi Patrialis Akbar akan berakhir di tangan KPK. Langkah keras dibutuhkan! Belum banyak orang yang pernah merasakan tiga cabang kekuasaan di Indonesi

  • MK Diminta Ikut Berantas Korupsi

    JAKARTA, KOMPAS Panitia Seleksi Calon Hakim konstitusi berkomitmen mencari pengganti Patrialis Akbar dengan seleksi ketat agar kasus korupsi yang pernah terjadi di Mahkamah Konstitusi tidak terulang.

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas