Rubrik

polhuk > hukum > Rapat Permusyawaratan Hakim Dapat Jadi Celah Suap


MAHKAMAH KONSTITUSI

Rapat Permusyawaratan Hakim Dapat Jadi Celah Suap

JAKARTA, KOMPAS — Belajar dari kasus suap yang menjadikan mantan hakim konstitusi Patrialis Akbar sebagai terdakwa perkara tindak pidana korupsi, pelaksanaan rapat permusyawaratan hakim (RPH) Mahkamah Konstitusi yang berulang-ulang tanpa batasan waktu dapat menjadi celah jual-beli perkara. Ketua MK Arief Hidayat diharapkan memberi perhatian pada mekanisme rapat permusyawaratan hakim agar perkara bisa lebih cepat diputuskan.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Hakim Konstitusi Patrialis Akbar Ditangkap KPK

    Komisi Pemberantasan Korupsi, Kamis (26/2/2017) menetapkan Hakim Konstitusi Patrialis Akbar sebagai tersangka penerima suap. Peristiwa ini mengindiasikan bahwa Mahkamah Konstitusi gagal belajar dari

  • MK Tunda Sidang Pleno Jadi Hari Kamis

    Jakarta, Kompas Mahkamah Konstitusi berencana menggelar sidang pleno membacakan putusan terkait perselisihan hasil pemilihan kepala daerah 2015 pada Kamis dan Jumat. Pada Selasa (19/1) dan Rabu (20/1

  • Hakim Konstitusi Kecewakan Rakyat

    YOGYAKARTA, KOMPAS Seluruh rakyat Indonesia kecewa atas terjaringnya Hakim Konstitusi Patrialis Akbar dalam operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi. Rakyat dipastikan kecewa karena korupsi

  • Pemilihan Ketua MK Idealnya Terbuka

    JAKARTA, KOMPAS Proses pemilihan ketua Mahkamah Konstitusi idealnya dilakukan secara terbuka jika dalam rapat permusyawaratan hakim tidak tercapai kata sepakat atau aklamasi. Pemilihan ketua MK secar

  • Menjual Putusan MK

    Jual beli informasi putusan Mahkamah Konstitusi sebagaimana dilakukan hakim konstitusi Patrialis Akbar adalah penyakit laten MK. Pola menjual informasi putusan MK sebagaimana ditemukan Majelis Kehor

  • Korupsi Oknum Hakim Konstitusi

    Kamis (26/1) adalah hari yang paling naas bagi Patrialis Akbar, hakim di Mahkamah Konstitusi. Ketika semua hakim konstitusi seharusnya rapat kerja di Cisarua, Bogor, Patrialis justru merapat ke kan

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas