Rubrik

polhuk > politik > NU Netral dalam Pilkada

Pilkada Serentak

NU Netral dalam Pilkada

GRESIK, KOMPAS — Organisasi kemasyarakatan Islam, Nahdlatul Ulama, memilih bersikap netral dalam pemilihan kepala daerah serentak pada 9 Desember 2015. Sikap ini diambil agar warga NU tidak ikut terseret dalam perpecahan akibat mendukung peserta pilkada.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • NU Minta Warga Hormati Hasil Pilkada

    JAKARTA, KOMPASPengurus Besar Nahdlatul Ulama meminta warga untuk menggunakan hak pilih sebaik-baiknya dalam pemilihan kepala daerah serentak tahun 2017. Nahdlatul Ulama juga meminta warga untuk mengh

  • Pilkada Serentak 15 Februari 2017

    Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan pilkada serentak pada Rabu 15 Februari 2017. Sebanyak 101 daerah akan melaksanakan pemilihan kepala daerah serentak tahun depan. Tujuh provinsi akan menggelar

  • Momentum Ciptakan Perilaku Politik Baru

    JAKARTA, KOMPAS Pemilihan kepala daerah serentak pada 9 Desember 2015 mendatang seyogianya menjadi momentum menciptakan pola perilaku politik baru guna menghasilkan kepala daerah yang bisa memajukan

  • Restu Petinggi Partai dalam Pilkada

    Menjelang pembukaan pendaftaran calon gubernur dan bupati/wali kota dalam pemilihan kepala daerah serentak pada Desember 2015, frekuensi kunjungan calon kepala daerah ke kantor DPP partai politik se

  • Menyelamatkan Pemilihan Kepala Daerah Serentak

    Pengantar RedaksiDPR dan pemerintah segera membahas revisi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota atau lebih dikenal dengan UU Pilkada. Evaluasi terhadap p

  • Memastikan Agenda Pilkada

    Pemilihan kepala daerah serentak pada 9 Desember 2015 adalah sebuah agenda demokrasi bangsa yang harus dijalankan. Melalui proses demokrasi prosedural itulah rakyat akan memilih siapa yang akan memi

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk mengirim komentar.

Kembali ke Atas