Rubrik

polhuk > politik > Di Makam Bung Hatta


SISI LAIN ISTANA

Di Makam Bung Hatta

Sabtu siang, 15 Maret 1980, mendung tebal bertakhta di atas Tempat Pemakaman Umum Tanah Kusir, Jakarta Selatan. "Seluruh jiwa raga kita ikut gemetar mengamini ketika Buya Hamka di TPU Tanah Kusir dengan suara haru melengking tinggi menyerahkan arwah Bung Hatta kepada Tuhan." Itulah kalimat tajuk rencana harian Kompas, Senin, 17 Maret 1980, melukiskan situasi pemakaman salah seorang proklamator Republik Indonesia, Mohammad Hatta.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Sepotong Surga di Tengah Kota

    Memandang lepas ke arah air berlimpah yang tenang. Lalu lalang kendaraan bermotor jauh berjarak, kebisingan teredam. Lingkungan bersih sedap dipandang dengan tegakan pohon dan tanaman hias memasok k

  • Bersama Rakyat hingga Akhir Hayat

    Hingga kini, semangat dan kiprah perjuangan Drs Mohammad Hatta untuk selalu berada di tengah-tengah rakyat Indonesia tak pernah pupus. Setelah 37 tahun, sang proklamator RI itu kembali ke pang

  • Berkomplot Tilap Lahan Makam

    Ketegangan terasa di Tempat Pemakaman Umum Pondok Ranggon, Jakarta Timur, seusai razia makam-makam fiktif oleh Suku Dinas Pertamanan dan Pemakaman Jakarta Timur. Juru pelihara makam, tukang parkir,

  • Ali Wardhana Dimakamkan secara Militer

    JAKARTA, KOMPAS Jenazah Mantan Menteri Keuangan (1968- 1983) serta Menteri Koordinator Ekonomi, Industri, dan Pengawasan Pembangunan (1983-1988) pada era pemerintahan Presiden Soeharto, Prof Dr Ali W

  • Di Makam Bung Hatta

    Sabtu siang, 15 Maret 1980, mendung tebal bertakhta di atas Tempat Pemakaman Umum Tanah Kusir, Jakarta Selatan. ”Seluruh jiwa raga kita ikut gemetar mengamini ketika Buya Hamka di TPU Tanah Kusir

  • Ketegaran Anet Turut Menguak Kekejian di Pulomas

    ”Ayah” suara seorang gadis terdengar menyayat saat jenazah Dodi Triono (59) diturunkan ke liang lahat. Suara itu keluar dari bibir Zanette Kalila Azaria (13), putri Dodi yang selamat dari malam menc

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas