Rubrik

polhuk > politik > Keinginan PDI-P Kembali Tertunda


REVISI UU MD3

Keinginan PDI-P Kembali Tertunda

JAKARTA, KOMPAS — Revisi terbatas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD untuk menambah kursi pimpinan di DPR dan MPR ditunda sampai waktu yang tidak ditentukan. Akibatnya, keinginan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan sebagai partai pemenang Pemilu 2014 untuk menduduki kursi pimpinan di DPR dan MPR kembali tertunda.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Mayoritas Fraksi di DPR Setuju

    JAKARTA, KOMPAS Tidak sebatas pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat, kursi pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat juga diusulkan ditambah untuk menempatkan anggota Fraksi PDI-P. Sebagai partai pemenang

  • Pembahasan Dijamin Lancar

    JAKARTA, KOMPAS Sebelum pemerintah dan DPR memulai pembahasan Rancangan APBN Perubahan 2016, Rancangan Undang-Undang Pengampunan Pajak akan disahkan. Ketua DPR Ade Komarudin menjamin pembahasan RUU Pe

  • Mencairkan Kebuntuan di DPD

    ”Dengan kondisi seperti ini, karena kami tidak saling bertengkar, peran DPD sangat menentukan. DPD akan menjadi jembatan yang baik untuk kedua kubu yang berkonflik,” kata Irman Gusman pada 2014. Irman

  • Di Bawah Bayang-bayang Gunung Sinai

    Di bawah matahari terik pagi aku berdiri di kaki piramida Gizeh yang mengerucut ke arah langit setinggi 147 meter. Dengan celana jins serta jaket kulit untuk menahan terpaan angin, aku menatap kubur k

  • Pengadaan Kapal Lamban

    JAKARTA, KOMPAS Pengadaan kapal bantuan pemerintah untuk koperasi nelayan sebanyak 2.090 unit dinilai berjalan lamban karena hingga saat ini belum dimulai. Padahal, Kementerian Kelautan dan Peri

  • Seputar Kemarahan

    “Di kantor, saya dikelilingi staf yang kurang menunjukkan kinerja optimal, sering absen, dan beberapa kali terbukti melakukan kecurangan uang. Saya menjadi makin sering marah-marah. Rasanya serba sa

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas