Rubrik

polhuk > politik > Menerima Perbedaan Kunci Persatuan


KEBINEKAAN

Menerima Perbedaan Kunci Persatuan

SEMARANG, KOMPAS — Kesediaan saling menerima perbedaan menjadi fondasi utama persatuan sebuah negara majemuk seperti Indonesia. Identitas kebangsaan diperkuat melalui semangat toleransi dan persatuan agar semakin kokoh menghadapi tantangan di era global.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Keislaman dan Keindonesiaan Tak Perlu Dipertentangkan

    JAKARTA, KOMPAS Keislaman dan keindonesiaan merupakan satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan. Oleh karena itu, semua komponen bangsa tidak perlu lagi mempertentangkan keislaman dengan keindonesiaan.

  • Kapal Tank Dibuat di Banyuwangi

    BANYUWANGI, KOMPAS Kapal tank berteknologi tinggi saat ini dibuat di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Kapal itu diproduksi PT Lundin Industry Invest, produsen kapal tempur yang mengambil basis teknol

  • Saatnya Rayakan Pluralisme

    jakarta, kompas Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1437 Hijriah dan perayaan Natal 2015 yang hampir bersamaan menjadi momentum meneguhkan kembali semangat persaudaraan. Inilah saatnya merayakan kebe

  • Konstitusi Masyarakat Terbelah

    Negara majemuk seperti Indonesia senantiasa menghadapi tantangan membangun relasi sosial yang harmonis dan toleran. Dalam usianya yang ke-70 pada tahun ini, konflik horizontal disertai kekerasan yang

  • Toleransi Kaum Muda Perlu Dijaga

    SURABAYA, KOMPAS Generasi muda menolak tindakan radikalisme berbasis agama. Mereka meyakini bahwa agama tidak mengajarkan kekerasan. Orangtua turut berperan penting dalam mengarahkan anak menjauhi

  • Jadi Umat Beragama yang Baik

    Rasanya seperti bermimpi. Di negara yang memiliki semboyan yang indah Bhinneka Tunggal Ika, masih juga kita melihat tragedi kemanusiaan. Hati kita semua menangis mendengar kabar bahwa Intan Olivia Ban

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas