Rubrik

polhuk > politik > Mari Bangkit Kembali


Mari Bangkit Kembali

Ketika para pemuda Indonesia mengucapkan Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928, dunia sedang menjalani masa kemakmuran. Tekad mereka menyatakan "satu nusa, satu bangsa, satu bahasa" ketika itu merupakan kulminasi dari perjuangan bangsa-bangsa yang ingin melepaskan diri dari penjajahan.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Nasib Bahasa dan Penyekapan

    Malu Berbahasa IndonesiaSetiap kali menyambut hari Sumpah Pemuda 28 Oktober, kita diingatkan dengan semboyan ”Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa”. Namun, semakin bertambah usia bangsa Indonesia d

  • Memaknai Kembali Sumpah Pemuda

    Sumpah Pemuda, 28 Oktober, 88 tahun yang lalu merupakan terobosan genial. Sumpah itu menyatakan niat membangun negara kebangsaan modern. Budayawan Dr Umar Khayam, yang kala itu menjabat Direktur Pus

  • Mencari Identitas Kepariwisataan Indonesia

    ”Tundjukkanlah kepribadian kita jang sebaik-baiknja! Djanganlah dengan membuka kepariwisataan itu lantas mendjadi satu bangsa jang malahan turun kepribadiannja; satu bangsa djiplakan, satu bangsa copy

  • Merawat Keindonesiaan

    Akhir-akhir ini, langkah perjalanan bangsa seakan mundur. Seiring meningginya suhu politik menjelang pilkada, persoalan SARA mencuat kuat. Perbincangan sengit soal suku, agama, ras, dan antargolonga

  • PM Turnbull Diminta Mundur

    SYDNEY, SENIN Masa depan politik Australia sementara belum jelas karena tidak ada partai yang meraih mayoritas. Desakan yang meminta PM Malcolm Turnbull untuk mundur mulai disuarakan setelah hasil s

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas