Rubrik

polhuk > politik > Terorisme dan Pemblokiran Telegram


ANCAMAN SIBER

Terorisme dan Pemblokiran Telegram

Keputusan Kementerian Komunikasi dan Informatika memblokir 11 domain aplikasi percakapan Telegram menjadi langkah perdana yang dilakukan Indonesia untuk mencegah penyebaran paham radikal melalui layanan pesan itu. Langkah tegas tersebut dilakukan setelah kelompok teroris berafiliasi Negara Islam di Irak dan Suriah di Indonesia teridentifikasi memanfaatkan layanan Telegram sejak 2015.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Cegah Radikalisme dengan Stabilitas Politik dan Ekonomi

    JAKARTA, KOMPAS Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan, untuk mencegah penyebaran paham Negara Islam di Irak dan Suriah di Indonesia tidak hanya menyangkal ideologi NIIS, tetapi juga dengan menjaga ko

  • Indonesia Cegah Flu Burung

    Untuk mencegah penyebaran penyakit flu burung, Indonesia melarang masuknya anak ayam yang berusia sehari, produk dagung beku dan olahannya dari tujuh negara.

  • Kilas Iptek

    Vaksinasi Massal di Bali untuk Mencegah RabiesPenyebaran rabies terus terjadi. Pada 2015, di 280 desa di Bali ditemukan kasus positif rabies. Untuk mencegah penyebaran penyakit itu, terutama pada anji

  • Pemerintah Tertibkan Ormas

    JAKARTA, KOMPAS Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan atas UU Organisasi Kemasyarakatan. Perppu ini untuk mencegah penyebaran ideolo

  • Mengenal untuk Peduli

    Di sekolah, sikap, keteladanan, perbuatan, dan perkataan guru akan ditiru siswa. Transformasi nilai itu dikenal sebagai prinsip see-do-get. Yang dilihat akan memengaruhi yang dilakukan. Apa yang dil

  • Penyakit Antraks Mereda

    MAKASSAR, KOMPAS Wabah antraks yang beberapa waktu lalu menyerang sapi dan kerbau di Desa Malimpung, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, telah mereda. Pemerintah kabupaten se

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas