Rubrik

sosok > Rakyat Butuh Pemimpin Sejati

Sosok Halaman 16 Kompas

Rakyat Butuh Pemimpin Sejati

Justin Pierre James Trudeau
Justin Pierre James TrudeauAP Photo/The Canadian Press/Jeff McIntosh

”Jangan mengeluh soal Trudeau. Kami di Amerika setiap hari dicekoki skandal seorang presiden. Kalian beruntung memiliki pemimpin dengan pribadi cerdas dan berempati.” Demikian pemilik akun Facebook bernama Mary Jane Mullaney. Dia bereaksi pada sejumlah warga Kanada yang merasa tidak puas dengan Perdana Menteri Justin Trudeau.

Banyak warga Amerika Serikat iri dan merindukan pemimpin seperti Trudeau, sahabat mantan Presiden Barack Obama. Trudeau menjadi sajian utama di majalah The Rolling Stones edisi awal Agustus 2017 dengan judul ”Why Can’t He be Our President?”.

Trudeau, bapak tiga anak, memang figur simpatik. Dalam dirinya tertanam toleransi, kesiapan mendengar, dan pribadi yang berguna bagi rakyatnya.

Dia mengatakan hal indah pada 3 Oktober 2000. Saat itu berlangsung pemakaman ayahnya, Pierre Elliott Trudeau, mantan PM yang berkuasa 15 tahun, ikon kebanggaan Kanada. ”Ayah menanamkan semangat agar jadilah diri sendiri, toleran, …,” demikian Trudeau, seperti ditayangkan televisi CBC. Tepuk tangan meriah menyambutnya. Warga Kanada minta pidatonya disiarkan ulang.

Jimmy Carter (mantan Presiden AS) dan Fidel Castro (pemimpin Kuba, almarhum) adalah dua dari jutaan saksi pidato itu. Dia tampil santun, gerak-gerik tertata, dengan artikulasi kalimat memesona.

Sejak pidato elegi itu, Trudeau menjadi selebritas. Banyak kalangan menginginkan dia memasuki politik. ”Saya tak berminat memasuki dunia politik,” kata Trudeau pada awalnya.

Namun, banyak pihak memperkirakan Trudeau cocok untuk memimpin Kanada. Politisi terdepan Quebec, Kanada, Claude Ryan, pada 5 Oktober 2000, di harian Toronto Star, mengatakan, ”…Pidatonya merupakan manifestasi pertama sebuah dinasti.”

Ketika Trudeau bayi berusia beberapa bulan, Presiden AS Richard Nixon pada 1972 sudah membuat perkiraan bahwa Trudeau akan menjadi pemimpin. ”Anak ini akan menjadi pemimpin Kanada suatu saat,” ujarnya. Nixon mengatakan hal itu karena kagum pada Trudeau saat berkunjung ke Gedung Putih.

Latar belakang keluarga mendorong jalur politik Trudeau. Peran ibunya sangat kuat walau ayah dan ibunya bercerai pada 1977. Namun, Pierre dan Margaret Sinclair berbagi soal pengasuhan empat anak mereka. Saat libur, Justin dan tiga adiknya menemui ibu mereka di New Edinburgh, Ottawa. Saat sekolah, mereka kembali ke rumah sang ayah.

Trudeau berkembang menjadi pribadi yang baik dan tertarik pada bidang sastra. Dia lalu kuliah di McGill University, Montreal, dan lulus pada 1994. Dia melanjutkan studi di bidang pendidikan di University of British Columbia, Vancouver, dan lulus pada 1998. Trudeau menjadi guru di Vancouver.

Ada jiwa seni pada dirinya dan ia pernah membintangi film Great War pada 2007. Trudeau memerankan tentara legendaris Kanada, Talbot Papineau, pahlawan Kanada yang menolak jati diri sebagai bayang-bayang Kerajaan Inggris.

Ada darah Melayu

Status selebritas Trudeau didukung kepribadiannya yang pluralis. Di dalam dirinya mengalir darah sejumlah etnis. Ayahnya keturunan Perancis-Kanada, sementara ibunya berdarah Skotlandia bercampur Melayu.

Kakek dari Margaret adalah Thomas Bernard, kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan.

Perdana menteri berambut hitam ini juga tumbuh humanis. Dia sangat suka hal-hal biasa, bercanda, dan bercengkerama di publik. Trudeau elite, tetapi tidak elitis eksklusif.

Ketika keturunan Perancis Kanada di Quebec menuntut kemerdekaan dan sebagian sulit menerima pluralisme, Trudeau mengatakan, ”Ini pemikiran usang, kerdil, dan tidak pas untuk Quebec masa kini.” Trudeau tegas jika menyangkut hal prinsip.

Karier politiknya melejit, berawal dari perannya sebagai anggota parlemen Kanada berkat kemenangan pada pemilu federal 2008 mewakili Distrik Papineau, Montreal. Laju politik Trudeau berlanjut di tengah pamor Partai Kebebasan yang memudar.

Pada 2013, Trudeau menjadi Ketua Partai Kebebasan. Pamor partai melejit. Pada pemilu 2015, Partai Kebebasan meraih 184 suara, padahal pada pemilu sebelumnya hanya mendulang 36 suara. Hal ini merupakan lompatan suara terbesar sepanjang sejarah pemilu Kanada.

Dia berjanji memperhatikan warga kurang mampu dan memajaki kaum kaya. Kanada adalah salah satu negara paling sejahtera dan memberi perhatian pada isu-isu kemanusiaan, seperti lingkungan hidup dan pengungsi.

Di kabinetnya ada keturunan Ukraina dan keturunan Punjab. Minoritas Kanada amat mencintainya. Dalam isu-isu internasional, Trudeau tertarik menjadi penolong. Ketika pengungsi Suriah kebingungan, Trudeau menerima, bahkan menemui mereka saat memasuki Kanada.

Ceria dan bersahabat

Trudeau adalah suami dan ayah yang baik serta meluangkan waktu untuk mereka. Di kalangan pemimpin dunia, ia merupakan figur ceria dan bersahabat.

Dia nyaman bercanda dengan Kanselir Jerman Angela Merkel dan PM Australia Malcolm Turnbull. Dua figur ini bercanda saat Turnbull berkata, ”Nikmati suasana baru soal tetanggamu.” Hal ini merujuk pada Presiden AS Donald Trump yang membuat pusing.

Di negara berkembang, Trudeau adalah sahabat, termasuk dengan Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto. Duo ini berjanji mempertahankan Kawasan Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA). ”Berjuanglah pada apa yang kamu percayai baik,” kata Trudeau.

Trudeau mencoba menjaga perasaan AS dengan mengatakan, dua negara itu saling memerlukan. Dia mencoba memuji Trump yang juga mengatakan, ”Kita punya sahabat besar di utara.”

Dia tidak langsung menyerang Trump. ”Kita akan balas jika AS menghambat ekspor,” katanya.

Perekonomian Kanada tumbuh 4,6 persen pada 2017. Itu berkat dari sektor pertambangan, penyumbang terbesar bagi perekonomian, dan pemerintahan yang benar.

Trudeau bukan tipe pemimpin yang suka bisnis dan memanipulasi kekayaan alam untuk dirinya. Dia pernah mengatakan, ”Kita tidak hadir di sini untuk minyak.” Hal ini merujuk pada keberadaan pasukan Kanada di sejumlah negara.

Pasukan internasional Kanada benar-benar sebagai penolong, bukan pengambil sumber daya atau mendikte. ”Itulah citra Kanada,” kata Trudeau, pendukung Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

”Rakyat membutuhkan pemimpin sejati,” katanya dalam sebuah pidato di parlemen Kanada. (REUTERS/AP)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 3 Agustus 2017, di halaman 16 dengan judul "Rakyat Butuh Pemimpin Sejati".

    KOMENTAR

    Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
    Login untuk mengirim komentar.

    Kembali ke Atas