Rubrik

BERANDA > iptek > sains

SAINS

Industri Dirgantara Bangkit

N219 Jadi Momentum Kebangkitan Teknologi Indonesia Kedua

BANDUNG, KOMPAS — Sejak penerbangan pertama pesawat N250 pada 1995, industri dirgantara Indonesia mati suri. Di tengah keterpurukan dan keterbatasan, sebuah pesawat baru murni rancangan dan buatan anak negeri, N219, berhasil diterbangkan untuk pertama kali sehari sebelum ulang tahun ke-72 kemerdekaan RI.Penerbangan perdana pesawat berkapasitas 19 penumpang itu dilakukan dari landas pacu Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, Rabu (16/8). Pesawat...

TEKNOLOGI DIRGANTARA

Jalan Berliku Pesawat N219

Langit biru dan hangatnya mentari pagi menyelimuti Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara, Bandung, Rabu (16/8). Ratusan karyawan PT Dirgantara Indonesia berdiri berjajar...

PENGUKUHAN PROFESOR RISET

Tungau Bisa Membasmi Hama Tanaman

JAKARTA, KOMPAS — Tungau selama ini dianggap sebagian masyarakat sebagai hewan tak bermanfaat dan menimbulkan masalah lingkungan. Namun, berdasarkan hasil riset yang ada, tungau bermanfaat sebagai satu kesatuan ekosistem untuk membasmi hama tanaman."Tungau berpotensi dimanfaatkan sebagai...

SWASEMBADA GARAM (3-HABIS)

Industrialisasi Jadi Kunci

Setiap tahun, lebih dari 2 juta ton garam diimpor. Sejumlah 65-85 persen di antaranya untuk memenuhi kebutuhan garam industri dengan kadar natrium klorida tinggi. Tanpa industrialisasi dan peningkatan mutu garam rakyat, kebutuhan garam industri yang hampir seluruhnya diimpor sulit...

VARIETAS PADI

Manfaatkan Lahan Payau untuk Swasembada Beras

PEMALANG, KOMPAS — Saat ini produksi padi di Indonesia kurang sekitar 4 juta ton untuk mencapai swasembada beras. Target itu bisa dicapai jika lahan tak subur di pesisir dikembangkan, mengingat garis pantai Indonesia terpanjang di dunia. Namun, area itu kurang termanfaatkan sebagai lahan...

SWASEMBADA GARAM (2)

Teknologi untuk Petani Stagnan

Meski komoditas yang dihasilkan bernilai strategis bagi pangan dan industri, petani garam hingga kini tetap terpinggirkan. Inovasi teknologi dan kebijakan untuk mendukung mereka pun sangat kurang. Dampaknya, industri garam sulit berkembang dan garam impor terus dijadikan pilihan pintas.Sebagian...

PERUBAHAN IKLIM

Pola Waktu Banjir Bergeser

JAKARTA, KOMPAS — Studi terbaru menunjukkan bahwa perubahan iklim telah menggeser pola waktu terjadinya banjir di Eropa. Kajian di Indonesia, meski belum terjadi perubahan drastis, ditemukan indikasi meningkatnya intensitas hujan dan risiko banjir di musim kemarau.Temuan tentang perubahan...

Bengkulu Paling Sering Dilanda Gempa

Selama Januari-Agustus 2017, wilayah Samudra Hindia sebelah barat Sumatera terjadi gempa signifikan dengan kekuatan di atas M 5,0 sebanyak 24 kali. Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daryono, di Jakarta, Senin...

BISNIS BERBASIS TEKNOLOGI

Karya Inovasi Pengusaha Pemula Diminati

MAKASSAR, KOMPAS — Dalam tiga tahun, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi telah menjaring sekitar 740 pengusaha pemula berbasis teknologi dari lebih 40 perguruan tinggi di Indonesia. Karya inovasi mereka diminati dan diproduksi industri, bahkan mendunia.Menteri Riset,...

SWASEMBADA GARAM (1)

Kondisi Alam Kurang Mendukung

Meski memiliki garis pantai terpanjang kedua dunia, Indonesia masih bergantung pada garam industri negara lain. Selain pragmatisnya industri garam dan lemahnya dukungan negara terhadap industri garam, kondisi geografis, terbatasnya luasan tambak garam, hingga budaya petani garam menjadi...

PERGESERAN LEMPENG BUMI

Gempa M 6,4 di Bengkulu Terkuat dalam 2017

JAKARTA, KOMPAS — Gempa berkekuatan M 6,4 yang mengguncang wilayah Provinsi Bengkulu dan sebagian Sumatera Barat pada Minggu (13/8) pukul 10.08 berpusat di bawah Samudra Hindia, sekitar 36 kilometer barat daya kota Ketahun, Kabupaten Bengkulu Utara. Kekuatan gempa ini merupakan yang...

  • 10
  • 30
  • 50
  • per halaman