Rubrik

BERANDA > akhir pekan > puisi

PUISI

Puisi

 Village; Ismail Kadir

Erich Langobelen   : untuk Subagio   Seharusnya dalam berlayar Tak perlu mereka memiuhkan ketakutan Pada lerai angin ataupun musim Dan mendaraskan Pater Noster atau Mea Culpa   Dengan liat lidah seorang mempelai Namun fasih menusukkan kelat lembing ke uluhati   ”Akankah ada pagi Di ujung mata...

Puisi

Dadang Ari Murtono     ”jangan sentimentil, dora,” junjungan kaum shaka itu berkata, panggung panjang dan lengang, cahaya menyanyikan madah dari...

Puisi

Acep Zamzam Noor   Aku merindukan wajahmu seperti halnya putik bungur Menanti datangnya pagi. Di pematang aku memetik kecapi Ketika burung-burung berkicau bersama...

Kurnia Effendi

Puisi

 Amsal Gerabah – dari penyair penggemar kartu pos kepada penyair pemuja keramik   Tiada hari libur bagi segunduk lumpur Dia patuh pada mantra yang tak...

Dedy Tri Riyadi

Yang Manis dan Menyenangkan

: setelah Sonnet 95   Tirai telah ia koyak jadi dua, dan bait yang disusun tak lagi bisa dibangkit meski di hari ketiga. Ini selumbar baru, bukan sekadar gambar –   yang manis dan menyenangkan adalah senyum dan hati mereka yang tabah menjalani kutukan – duri...

Hasan Aspahani

Cara Bertahan Hidup di Penjara

  – dari Catatan Subversif Mochtar Lubis 1. SEORANG hakim, nanti mungkin akan datang mengetuk pintu rumahnya, tidak dengan palu, tapi dengan ragu yang tak...

Mardi Luhung

Puisi

Selip : hari raya korbannya tuning   Seekor kambing dikorbankan. Ruhnya terbang ke langit. Bunyi keliningan di lehernya mengalun. Tapi, apa semua bisa mendengar? Hanya...

Ahmadul Faqih Mahfudz

Dalam Sajakku

  Dalam sajakku Akan kautemukan burung-burung beterbangan Juga ufuk yang kemerahan Pohon-pohon yang pasrah dirayu angin Serta Desember yang basah dan dingin   Akan kautemukan sisa hujan Menetes dari helai-helai daunan Mengaliri bongkahan hatimu perlahan   Dalam...

Syafrizal Sahrun

Tempat Tinggal

  dalam senyap kita menegak pondok dari rimah senja   kautaruh harapan di pusat langit-langitnya dan kupompa ia bak petromak pada kenduri kawin kita   di dalamnya kita berpuluk mirip sebutir kacang dalam sarang di purut tanah   di lain kisah...

Ahda Imran

Pyrenees

– Truly, Stephane   Langit biru   Salju bagaikan susu yang dituangkan ke puncak pegunungan. Suara angin Dingin yang memilin dan bergulung: lebih...

Puisi

Joko Pinurbo  Malam Rindu   Malam Minggu. Hatiku ketar-ketir. Ku tak tahu apakah demokrasi dapat mengantarku ke pelukanmu dengan cara saksama dan dalam tempo...

  • 1
  • 2
  • 10
  • 30
  • 50
  • per halaman