Rubrik

BERANDA > akhir pekan > puisi

PUISI

Puisi

After The Rain Duong Ton Quoc Thuy-  2015 38 x 56 cm

Triyanto Triwikromo   kita bermula dari tiada. berakhir pada cahaya “aku perlu kitab,” kataku “akulah kitabmu,” katamu   “sesekali aku akan menjelma kesedihan di mata kucing itu,” katamu, “sesekali aku akan bersembunyi di frasa orang-orang yang menangis. sesekali aku akan menjadi...

Puisi

Wayan Jengki Sunarta Yanwa Tanarsu   Dirimu ada dalam diriKu Kita saling melengkapi Serupa madu pada sari bunga Seperti bintang dalam galaksi Lalu, mengapa kau...

Puisi

Aji Ramadhan  Kosmogoni   Kudengar cahaya berbicara: Api itu muncul di dunia.   Kudengar api itu membuat jaman baheula mengeluarkan...

Nermi Silaban

Puisi

 Berlatih Jurus- jurus Guo Xiang   (1) Duduk di beranda belum tulis sepatah kata lihat seekor arwana perak lompat rendah di datar kolam percik air dipernis matahari spektrum ungu merah dalam pikiran jernih adalah rumpun lavender dan guguran...

Puisi

Inggit Putria Marga  Di Kuil   Dalam kepala seorang pendoa Seekor anjing tak henti menyalak Meski lantunan sutra, dengung mangkok labu Juga suara abu hio...

Puisi

Erich Langobelen   : untuk Subagio   Seharusnya dalam berlayar Tak perlu mereka memiuhkan ketakutan Pada lerai angin ataupun musim Dan mendaraskan Pater...

Puisi

Dadang Ari Murtono     ”jangan sentimentil, dora,” junjungan kaum shaka itu berkata, panggung panjang dan lengang, cahaya menyanyikan madah dari...

Puisi

Acep Zamzam Noor   Aku merindukan wajahmu seperti halnya putik bungur Menanti datangnya pagi. Di pematang aku memetik kecapi Ketika burung-burung berkicau bersama...

Kurnia Effendi

Puisi

 Amsal Gerabah – dari penyair penggemar kartu pos kepada penyair pemuja keramik   Tiada hari libur bagi segunduk lumpur Dia patuh pada mantra yang tak...

Dedy Tri Riyadi

Yang Manis dan Menyenangkan

: setelah Sonnet 95   Tirai telah ia koyak jadi dua, dan bait yang disusun tak lagi bisa dibangkit meski di hari ketiga. Ini selumbar baru, bukan sekadar gambar –   yang manis dan menyenangkan adalah senyum dan hati mereka yang tabah menjalani kutukan – duri...

Hasan Aspahani

Cara Bertahan Hidup di Penjara

  – dari Catatan Subversif Mochtar Lubis 1. SEORANG hakim, nanti mungkin akan datang mengetuk pintu rumahnya, tidak dengan palu, tapi dengan ragu yang tak...

  • 1
  • 2
  • 10
  • 30
  • 50
  • per halaman