Rubrik

BERANDA > akhir pekan > puisi

PUISI

Puisi

MOCHTAR PABOTTINGI     Tak pernah aku luput Dari gigil. Juga sebelum menjelma Tetes. Di tengah bayu Yang bersijingkat ke utara Dini hari   Selalu saja adaku ibarat liang Di tengah terowongan semesta. Tiada henti Melayang. Dan terempas Dalam hening dan sipongang   Adakah yang lebih rentan Daripada...

Puisi

F Aziz Manna   sebuah perahu terdampar di dasar halaman rumahku dan aku berjalan di atasnya memandangi bunga-bunga dan kolam tanpa karang dan gelombang   kau...

Puisi

Made Adnyana Ole     Cintaku kepadamu menjulang makin tinggi Tapi tidak akan kutebang pohon yang tumbuh di tempat kau biasa menyembah Hyang   Tidak...

Puisi

FELIX K NESI     Kulihat kau si hidung panjang di dekat pagar lupa tanaman Mengerat pintu seperti bajing selangkah dua tak jumpa bayangan   Akukah...

Puisi

Marsten L Tarigan  Sirih, Petikan Sihir bagi Kami   /1/ Jalan ini telah kami jajak hingga ke rendahnya, setelah bebatuan, hamparan pohon-pohon, alir air...

Puisi

Hasta Indriyana  Kuping Panci   1. Setiap kali memegang gagang Kuping panci aku teringat Kunti Membaca mantra pada Batara Surya   Kemudian Dari...

Puisi

Alizar Tanjung  ayam den indak lapeh   kulepaskan ayamku, kutangkap kembali, kuikat kakinya, kutajamkan tajinya, kuusap-usap bulunya, kumasukkan dalam...

Puisi

Arif Rizki  Sonetarium   Tak perlu tunggu aku di kalimat terakhir sajak ini. Aku tak berada di sana, dan tak ada di mana-mana.   Aku telah mengakhiri...

Puisi

Alpha Hambally     Tak pernah kusadari, aku sendirian di balik hitam sambil menyingkap gugusan galaksi. Ada banyak bintang yang menyusun tatanan rasi ke dalam...

Puisi

Dedy Tri Riyadi     Yang lebih gugup dari kuncup waktu muntup semakin cepat. Dengan irama semenjana – langkah-langkah pedansa.   Ia muncul...

Puisi

Hanna Fransisca     Lebaran ini, Jakarta akan kosong, Fitri. Jalanan sunyi, lorong dan toko tanpa penghuni.   Pulanglah ke kampung, membawa...

Acep Zamzam Noor

Puisi

Mengukur Dalamnya Lautan   Kabut yang membayang pada lindap wajahmu Bercerita tentang bagaimana rasanya ditinggalkan Embun pagi yang menggenang pada lamur...

Puisi

Mustofa W Hasyim  Anatomi Ketupat   Ini adalah doa yang sangat lama belitan waktu dimulai dari lembaga di pojok buah kelapa daun-daun bersahabat dengan...

Bresman Marpaung

Bresman Marpaung

Kecut Unte Junggarupaku makin mirip keparat mulai keriputmenabung kecut di rongga dada tuadiperas-peras hantu belangasiapa bilang aku tambang karma menimpa doa-doa ikan menempa...

Mardi Luhung

Puisi

 Jubah : belajar dari al-busairi   Kaulah matahari. Kaulah bulan. Kaulah awan, gunung, dan udara. Kaulah yang membuat yang ada jadi merunduk. Menyebut namamu....

Puisi

Sindu Putra  Di Depan Patung Garam Men Brayut   ceritakan lagi padaku, Ibu... anak-anakmu yang tidak akan pernah kembali   bukankah kau adalah ibu...

Zen Hae

Puisi

 bahu batu   ia sampai ke sebuah danau – setelah berlari kecil sembilan putaran, dari kanan ke kiri. ahlan!   ia berlari kecil hingga seluruh jalan...

Boy Riza Utama

Puisi

Ombak Tiris di Bengkalis   I.   Ombak tiris di Bengkalis Buaian ikan-ikan   Temu kilat permulaan bulan Lepas dayung terigau sampan   Lekas...

Teater

Puisi yang Menari

Sebelum puisi, cuma ada sepi. Lampu-lampu redup seolah tanpa gairah. Pada detik kesekian, diam-diam waktu menari. Irama terseok-seok mengikuti gerak lunglai yang merayap di lantai....

Puisi

Malam   – untuk Ibu   Seperti ini aku akan mengingat malam:   Ayahku terbang setelah gelap dengan deru besi seperti derap dan ia belum akan pulang sampai aku pergi nanti.   Kata ibuku: Kehilangan adalah jarak yang terlalu...

Puisi

Triyanto Triwikromo   kita bermula dari tiada. berakhir pada cahaya “aku perlu kitab,” kataku “akulah kitabmu,”...

Puisi

Wayan Jengki Sunarta Yanwa Tanarsu   Dirimu ada dalam diriKu Kita saling melengkapi Serupa madu pada sari bunga Seperti bintang dalam galaksi Lalu, mengapa kau...

Puisi

Aji Ramadhan  Kosmogoni   Kudengar cahaya berbicara: Api itu muncul di dunia.   Kudengar api itu membuat jaman baheula mengeluarkan...

Nermi Silaban

Puisi

 Berlatih Jurus- jurus Guo Xiang   (1) Duduk di beranda belum tulis sepatah kata lihat seekor arwana perak lompat rendah di datar kolam percik air dipernis matahari spektrum ungu merah dalam pikiran jernih adalah rumpun lavender dan guguran...

Puisi

Inggit Putria Marga  Di Kuil   Dalam kepala seorang pendoa Seekor anjing tak henti menyalak Meski lantunan sutra, dengung mangkok labu Juga suara abu hio...

Puisi

Erich Langobelen   : untuk Subagio   Seharusnya dalam berlayar Tak perlu mereka memiuhkan ketakutan Pada lerai angin ataupun musim Dan mendaraskan Pater...

Puisi

Dadang Ari Murtono     ”jangan sentimentil, dora,” junjungan kaum shaka itu berkata, panggung panjang dan lengang, cahaya menyanyikan madah dari...

Puisi

Acep Zamzam Noor   Aku merindukan wajahmu seperti halnya putik bungur Menanti datangnya pagi. Di pematang aku memetik kecapi Ketika burung-burung berkicau bersama...

Kurnia Effendi

Puisi

 Amsal Gerabah – dari penyair penggemar kartu pos kepada penyair pemuja keramik   Tiada hari libur bagi segunduk lumpur Dia patuh pada mantra yang tak...

Dedy Tri Riyadi

Yang Manis dan Menyenangkan

: setelah Sonnet 95   Tirai telah ia koyak jadi dua, dan bait yang disusun tak lagi bisa dibangkit meski di hari ketiga. Ini selumbar baru, bukan sekadar gambar –   yang manis dan menyenangkan adalah senyum dan hati mereka yang tabah menjalani kutukan – duri...

Hasan Aspahani

Cara Bertahan Hidup di Penjara

  – dari Catatan Subversif Mochtar Lubis 1. SEORANG hakim, nanti mungkin akan datang mengetuk pintu rumahnya, tidak dengan palu, tapi dengan ragu yang tak...

  • 1
  • 2
  • 10
  • 30
  • 50
  • per halaman