Rubrik

BERANDA > hiburan > cerpen

CERPEN

Perempuan yang Memegang Tali Anjing

karya Yuswantoro Adi

Perempuan itu selalu datang bersama seekor anjing pudel ke toko buku yang hanya buka pada hari Minggu. Ia menambatkan tali anjing di sebuah tiang besi di halaman toko, berbicara sebentar kepada pudel berbulu krem kesayangannya-lebih banyak tentang larangan-larangan yang harus dipatuhi si pudel-sebelum ia masuk dan mencari buku yang akan dibacanya...

Sumur Gumuling

Di Sumur Gumuling itu, jarum arloji tak lagi menyimpan kecemasan didera waktu. Di sini, waktu telah istirah, rebah dalam pelukan sunyi yang perkasa.INDRA TRANGGONONamun, gemuruh...

Masa Lalu di Meja Makan

Frankfurt Oktober, diramaikan dedaunan yang bagaikan pemain sandiwara sibuk berganti pakaian warna-warni yang berubah-ubah. Angin bergurau dengan helai rambut yang tak tertutup...

Di Bawah Bayang-bayang Gunung Sinai

Di bawah matahari terik pagi aku berdiri di kaki piramida Gizeh yang mengerucut ke arah langit setinggi 147 meter. Dengan celana jins serta jaket kulit untuk menahan terpaan angin,...

 Orang yang Tak Bisa Berbohong

Siapa pun tahu, Dia tak bisa berbohong. Apa yang diomongkan selalu benar. Dan selalu tepat pada sasaran. Mangkanya, di kampung, jika ada persoalan penting dan membutuhkan orang...

Gegasi dalam Cerita Kakek

ANAK kecil harus tidur cepat. Kalau tidak, nanti dimakan gegasi. Begitu kata kakekku saban malam. Herman RN"JADI kita tidak boleh keluar malam hari ya, Kek? Kalau aku mau lihat...

 KRITIK

Konflik Masyarakat Multikultural di Mata Sastrawan

Masyarakat multikultural dengan pluralitas identitas dan etnisitas sering direpresentasikan dalam karya sastra. Narasi ketegangan dan kedamaian diartikulasikan oleh para sastrawan sebagai hasil pengamatan terhadap konstelasi dan dinamika manusia yang dipenuhi perpecahan di satu sisi, dan kebersamaan...

Saat Maut Batal Menjemput

AKU tahu, di tiap "sakit itu", "tak siapa pun di situ". Kesendirian, kadangkala juga sebuah kesunyian, memang adalah watak sakit yang sebenarnya. Tapi tidak kali ini. "Sakit ini",...

Cemani yang Tak Mau Pergi

Riza bingung setengah mati. Setengah hatinya ingin melepas si Itam pergi, setengah hatinya lagi berkata tidak. Galaunya melebihi saat ia menimbang akan meminang Rani atau malah...

Kehidupan di Dasar Telaga

"APA aku mesti jadi sobrah?" kelakar Arum, perempuan setengah baya itu, sebelum ia menaiki anak tangga untuk mencapai bibir perahu bermesin. Arum memandangi Suman, lelaki setengah...

  • 1
  • 2
  • 10
  • 30
  • 50
  • per halaman