Rubrik

BERANDA > hiburan > cerpen

CERPEN

Kasur Tanah

Karya Polenk Rediasa

Apa kau tidak merasa bahwa embu' sengaja menjadikanmu sebagai sortana, menggantikan perabot yang semula ia tata rapi dalam kotak lemari paling atas, dan setiap senja dilapnya seolah takut ada debu hinggap? Perabot sortana yang berupa satu gelas, cangkir (lengkap dengan tatakannya), piring, baki ukuran kecil, dan mangkok itu dipesan khusus oleh...

Tubuh Ayah Berwarna Tanah

Seberapa lama kita sanggup melihat kembali wajah yang pernah kita kekalkan dalam foto setelah ia meninggal dunia? Tanyamu sambil mencari potret diri seorang tokoh penting dalam...

Percakapan Dua Perasaan

Udara pagi yang segar seketika terasa sesak saat dia mulai marah-marah. Makian-makiannya merusak suasana. Seprai, kasur, dan bantal berhamburan. Semua berantakan. Susah juga para...

Lima Kisah Mimpi Kanak-kanak

Satu, tentang MukjizatEngkau tidak melihat mukjizat, tetapi mendengar atau membaca kisah mukjizat. Tetapi, Darwin, dalam mimpi kanak-kanaknya, melihat Darwin dewasa mengamati dua...

Tarom

Agen saya tahu, setiap kali saya pergi ke Frankfurt, Jerman, saya tidak mau transit di bandara mana pun, selain bandara Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Ada dua teman di bandara ini,...

Pena

Subuh itu aku dilahirkan di ranjang perjudian. Orangtuaku adalah penjual lotre di sebuah kota kecil. Tante, om, tetangga, dan semua yang dekat dengan keluargaku juga senang...

Pohon Api

Sejak tubuhnya mulai tumbuh, Kekayi sangat sadar akan kekuasaan yang dimilikinya. Kekayi, sangat mengagumi bentuk tubuhnya. Tubuh yang lebih indah daripada sebatang pohon, pohon...

Siapa Suruh Sekolah di Hari Minggu?

Nama saya Rahing, usia delapan tahun lebih. Saya baru saja membunuh kakak saya. Lehernya saya potong pakai parang milik gerombolan. Saya ditangkap tentara. Tentara banyak sekali...

Lelucon Para Koruptor

Ada yang tak disampaikan ketika ia masuk penjara: mesti menyiapkan banyak lelucon. Mungkin Join Sembiling SH lupa soal itu. Pengacara yang menangani kasusnya itu hanya mengatakan...

Akhir Perjalanan Gozo Yoshimasu   

Puluhan pemuda melangkah cepat sambil berteriak riuh menuju markas tentara Jepang di pojok jalan. Dengan bentangan tangannya, seseorang yang bertubuh besar menghentikan langkah...

Sekuntum Melati Ibu

Aku mengenal ibu sebagai perempuan yang ceria. Dia sering tertawa, meski aku tidak benar-benar mampu mengeja apakah karena gemar saja atau dia memang sedang bahagia. Satu hal yang...

Perihal Tanda-tanda

Aku selalu penasaran bagaimana nenekku bisa selalu benar tatkala menduga bahwa kematian akan datang pada suatu malam, pagi, siang, petang atau dini hari. Pertama kali aku...

Hikayat Rumah Lanting

"Kelak, apa yang aku kisahkan ini tinggal menjadi hikayat. Hikayat rumah lanting. Maka catatlah baik-baik setiap perkataan dan kisahku sebelum akhirnya nanti aku menutup mata, dan...

Nyonya Durina Mawarni

Nyonya Mawar  baru saja pergi. Kursi tempat duduknya masih panas ketika Pak Wa, suami Nyonya Durina Mawarni, memasuki ruangan dengan wajah sumringah. "Hai, Zul. Bagaimana rencana...

Lolong Kematian

Tangis, mungkin lebih tepat sebagai lolongan putriku tidak berhenti kendati pun kami sudah berusaha membujuknya untuk mencarikan seekor anak ayam, pengganti ayam peliharaannya yang...

Perempuan yang Memegang Tali Anjing

Perempuan itu selalu datang bersama seekor anjing pudel ke toko buku yang hanya buka pada hari Minggu. Ia menambatkan tali anjing di sebuah tiang besi di halaman toko, berbicara...

Sumur Gumuling

Di Sumur Gumuling itu, jarum arloji tak lagi menyimpan kecemasan didera waktu. Di sini, waktu telah istirah, rebah dalam pelukan sunyi yang perkasa.INDRA TRANGGONONamun, gemuruh...

Masa Lalu di Meja Makan

Frankfurt Oktober, diramaikan dedaunan yang bagaikan pemain sandiwara sibuk berganti pakaian warna-warni yang berubah-ubah. Angin bergurau dengan helai rambut yang tak tertutup...

Di Bawah Bayang-bayang Gunung Sinai

Di bawah matahari terik pagi aku berdiri di kaki piramida Gizeh yang mengerucut ke arah langit setinggi 147 meter. Dengan celana jins serta jaket kulit untuk menahan terpaan angin,...

 Orang yang Tak Bisa Berbohong

Siapa pun tahu, Dia tak bisa berbohong. Apa yang diomongkan selalu benar. Dan selalu tepat pada sasaran. Mangkanya, di kampung, jika ada persoalan penting dan membutuhkan orang...

Gegasi dalam Cerita Kakek

ANAK kecil harus tidur cepat. Kalau tidak, nanti dimakan gegasi. Begitu kata kakekku saban malam. Herman RN"JADI kita tidak boleh keluar malam hari ya, Kek? Kalau aku mau lihat...

 KRITIK

Konflik Masyarakat Multikultural di Mata Sastrawan

Masyarakat multikultural dengan pluralitas identitas dan etnisitas sering direpresentasikan dalam karya sastra. Narasi ketegangan dan kedamaian diartikulasikan oleh para sastrawan sebagai hasil pengamatan terhadap konstelasi dan dinamika manusia yang dipenuhi perpecahan di satu sisi, dan kebersamaan...

Saat Maut Batal Menjemput

AKU tahu, di tiap "sakit itu", "tak siapa pun di situ". Kesendirian, kadangkala juga sebuah kesunyian, memang adalah watak sakit yang sebenarnya. Tapi tidak kali ini. "Sakit ini",...

Cemani yang Tak Mau Pergi

Riza bingung setengah mati. Setengah hatinya ingin melepas si Itam pergi, setengah hatinya lagi berkata tidak. Galaunya melebihi saat ia menimbang akan meminang Rani atau malah...

Kehidupan di Dasar Telaga

"APA aku mesti jadi sobrah?" kelakar Arum, perempuan setengah baya itu, sebelum ia menaiki anak tangga untuk mencapai bibir perahu bermesin. Arum memandangi Suman, lelaki setengah...

Paman Klungsu dan Kuasa Peluitnya

Di sekitar jalan simpang tiga dekat pasar, nama Paman Klungsu sudah lama mapan. Dia adalah sosok yang punya kuasa di tempat itu. Dengan andalan lengking peluitnya, Paman Klungsu...

Rumah Batu Kakek Songkok

"Jadi juga pesan pasir?" tanya Sabang pada ayahnya, dengan napas tersengal.Karya Lina PWSabang tinggal tak jauh dari rumah Kakek Songkok, panggilan sang ayah oleh warga kampung. Ia...

Sekoci dan Sepasang Lumba-lumba 

ARIMBI tak mengerti mengapa tiba-tiba ia sudah berada dalam sekoci itu. Semalam demamnya menjadi-jadi, badannya panas sekali. Saat itu-yang Arimbi ingat, Sugi datang dan membopong...

Veronika Punya 4 Ayah 4 Ibu

Sepasang burung pipit hinggap di bahunya. Dia terkejut, dan burung-burung kecil itu terbang. Di pohon talok di pekarangan bangsal perawatan, belakang kami, keduanya bercicit....

Di Dalam Hutan, Entah di Mana

Aku tumbuh dengan sebuah larangan yang kudengar sejak aku memahami kata-kata. Sebuah larangan yang menetapkan bahwa seluruh kerabatku dan siapa pun yang masih segaris darah dengan...

  • 1
  • 2
  • 10
  • 30
  • 50
  • per halaman